Bahaya Teh Hijau untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Minum teh atau teh hijau memang bermanfaat untuk tubuh, namun ada masa dimana minum teh perlu dikurangi. Mirip dengan anjuran orang-orang tua untuk mengurangi atau meniadakan minum kopi, Ibu-ibu yang sedang hamil harus berhati-hati dalam mengkonsumsi teh hijau karena kandungan kafeinnya sangat besar. Sementara ibu-ibu yang sedang menyusui, juga disarankan agar tidak mengkonsumsi kopi dan teh hijau karena dapat menimbulkan restlessness (sukar diam), sukar tidur, anemia dan effect negatif lainnya pada anak-anak yang sedang disusuinya.
Banyak juga ibu yang sesudah melahirkan menempuh jalan instan untuk kembali langsing seperti minum pil pelangsing atau slimming tea (teh hijau) yang mengandung bahan laxative (obat pencahar), namun ingatlah, bahwa apapun yang kita makan atau minum, akan mempengaruhi air susu ibu yang diminum bayi. Barangkali kita harus mulai meyakini diri sendiri bahwa tidak ada yang instan dalam penurunan badan, tetap harus disertai oleh gerak badan atau olahraga dan makan makanan yang sehat.
Dengan melakukan olah raga ringan tetapi rutin berkelanjutan setiap hari selama paling sedikit 15 sampai 20 menit seperti berjalan kaki, bahkan melaksanakan rutinitas pekerjaan rumah seperti berkebun dan menggosok lantai selama 30 menit sehari dapat membantu menurunkan berat badan.
Kurangi sedikit asupan karbohidrat seperti nasi, roti, kentang dan mie setidaknya sepertiga atau seperempat dari biasanya. Tentu saja diet ini harus diimbangi dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein yang rendah kolesterol seperti ayam. Jangan lupa mengurangi asupan gula dan snack. Semua ini lebih mujarab daripada minum slimming tea, green tea extract, ataupun pil pelangsing. Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan malah lebih baik untuk meningkatkan kualitas ASI.
Sumber:
www.pueblo.gsa.gov, health.yahoo.com, wrm-indonesia.org, query.nytimes.com
Fosil Apatosaurus: Giginya slebih besar dari mentimun
Apatosaurus adalah suatu binatang laut melata raksasa yang hidup 150 juta tahun silam pada zaman prasejarah yang sudah punah, termasuk binatang yang hidup bersama Dinosaurus pada zaman Jura. Pada 5 Oktober lalu, ilmuwan asal Norwegia mengumumkan, bahwa mereka menemukan fosil Apatosairus yaitu binatang laut raksasa prasejarah di kepulauan Svalbard Kutub Utara. Menurut berita, ini merupakan fosil kerangka pertama Apatosaurus yang terawat utuh yang ditemukan manusia saat ini.
Seorang tokoh dari museum sejarah alam Universitas Oslo, Norwegia menuturkan, bahwa peneliti menemukan fosil Apatosaurus raksasa dengan panjang kurang lebih 10 meter ini di atas pulau Spitsbergen kepulauan Svalbard sekitar 500 km sebelah Utara daratan Norwegia pada Agustus lalu. Saat ini, masih ada sebagian fosil terkubur di sebuah lereng gunung yang masih belum tergali keseluruhannya.
Bergigi Lebih Besar Dari Mentimun
Salah satu penemu fosil, seorang asisten dosen Universitas Oslo menuturkan, ia meyakini fosil ini adalah penemuan pertama fosil Apatosaurus yang utuh. Menurutnya, “Kami yakin, fosil kerangka lengkap dan utuh. Kami sudah berhasil menggali tengkoraknya, bahkan melihat sebagian ruas tulang belakang sepanjang kurang lebih 6 meter yang mencuat di permukaan.”
Sejarah Manusia mengenal pakaian
Sejak ratusan tahun yang lalu hingga kini mungkin secara universal orang setuju, berpakaian adalah demi kesopanan. Kakek Adam dan nenek Hawa, karena melanggar larangan Tuhan memakan buah kebijakan, menjadi “tahu malu”, dan sejak itu berupaya untuk menutup bagian tubuhnya yang disadarinya membuat dirinya malu dengan selempek dedaunan. Adakah maksud lain dari “perilaku baru”nya itu?
Sebegitu jauh belum bisa dimengerti apa sebenarnya tujuan orang berpakaian itu secara pasti. Anthropolog dan psycholog menyatakan bahwa berpakaian ternyata mengandung arti yang sangat kompleks. Untuk memahami pendapat kedua bidang keahlian ini, kita haruslah mengesampingkan berbagai macam teori tentang “berpakaian“ yang telah berkembang pada zaman modern ini.
Penalaran paling umum dan paling logis, orang berpakaian disebabkan karena mereka mengatasi rasa dingin. Ernes Crawley mengatakan, budaya berpakaian berawal di daerah tropis belum ditemukan bukti pendukungnya. Penduduk asli Tierra del Fuego, walaupun kedinginan, disana tidak diketemukan pakaian dengan alasan yang masuk akal. Mereka hanya membuat perlindungan untuk melindungi diri dari angin. Orang primitif melindungi diri dari ganasnya cuaca bukan dengan cara berpakaian tetapi dengan masuk ke dalam gua atau “rumah”. Hingga masa kinipun orang Eskimo melepas semua pakaiannya begitu masuk ke dalam igloo (rumah)-nya. Orang primitif juga tidak melindungi diri dari hujan dengan cara berpakaian.
Salah satu bukuti Eksistensi Roh
Eksistensi roh adalah sebuah prasyarat kehidupan makhluk hidup. Jika tidak, siapa yang bereinkarnasi? Meskipun secara logika, dengan membuktikan reinkarnasi sama dengan membuktikan eksistensi roh, namun lebih jelas dan nyata jika membicarakannya secara terpisah.
Sejak zaman dulu hingga kini, banyak sekali orang yang pernah melihat roh. Namun, oleh karena kurangnya “bukti yang kuat”, sejumlah besar orang tetap saja tidak percaya, bahkan mengecamnya sebagai: “anti-ilmu pengetahuan”. Tampaknya, jika ilmu pengetahuan tidak tampil menyampaikan beberapa kalimat yang adil, roh tetap saja harus terus disalahkan: menguasai manusia, namun manusia malah tidak mengakuinya. Bagaimanapun juga ilmu pengetahuan memegang peranan besar dalam “mencari kebenaran dari kenyataan”, suatu yang belum diketahui di masa lalu, suatu saat pasti akhirnya akan diketahui.
Di abad yang lalu pada awal dan akhir tahun 1960-an, ilmu pengetahuan harus berkata jujur. Sejumlah besar ilmuwan, ahli kedokteran dan dokter telah mengadakan penelitian yang cermat terhadap roh meninggalkan tubuh, pengalaman menjelang ajal dan bidang reinkarnasi sampai menimbulkan dampak sosial yang sangat besar.
Asal Usul Air
Sebuah penemuan baru dengan satelit NASA menunjukkan bahwa air di bumi kemungkinan berasal dari angkasa luar. Dalam hal ini, komet-komet yang berjatuhan ke bumi.
Di antara sembilan planet dalam tata surya kita, hanya bumi yang diberkahi dengan banyak sekali air dalam keadaan cair. Persediaan air di dunia ini berjumlah 1.360 juta kilometer kubik.Yang sama pentingnya dengan banyaknya air adalah kemampuan bumi untuk memeliharanya dalam ketiga wujud dasar zat –yaitu sebagai zat cair, zat padat dan uap. Air adalah satu-satunya bahan umum yang ada secara alamiah dalam ketiga wujud itu di bumi, dan rupanya bumilah satu-satunya planet yang memiliki air dengan cara ini. Keadaan ini tidak hanya telah menentukan tata kehidupan di bumi, tetapi, dalam tata surya kita.
Air tak Pernah Diam
Selama ribuan tahun manusia sudah menyadari pentingnya peranan air. Begitu berlimpah, begitu luar biasa dan begitu pentingnya air sehingga zat ini selalu membangkitkan rasa heran bercampur kagum. Manusia sendiri adalah kantung air yang berpori; hanya sepertiga bobot tubuhnya saja yang terdiri dari senyawa-senyawa lain. Air menyebabkan adanya samudera yang menggelora, kabut dari rawa, gletser yang merayap, uap gunung api yang meledak-ledak, bola sayu, serta 4.500 juta ton atau lebih lengas yang dapat dipusar di udara oleh angin topan kecil.