Scrapman On The Blog

Salah satu bukuti Eksistensi Roh

Posted in Ghotic by scrapman on November 8, 2009

ImageEksistensi roh adalah sebuah prasyarat kehidupan makhluk hidup. Jika tidak, siapa yang bereinkarnasi? Meskipun secara logika, dengan membuktikan reinkarnasi sama dengan membuktikan eksistensi roh, namun lebih jelas dan nyata jika membicarakannya secara terpisah.

Sejak zaman dulu hingga kini, banyak sekali orang yang pernah melihat roh. Namun, oleh karena kurangnya “bukti yang kuat”, sejumlah besar orang tetap saja tidak percaya, bahkan mengecamnya sebagai: “anti-ilmu pengetahuan”. Tampaknya, jika ilmu pengetahuan tidak tampil menyampaikan beberapa kalimat yang adil, roh tetap saja harus terus disalahkan: menguasai manusia, namun manusia malah tidak mengakuinya. Bagaimanapun juga ilmu pengetahuan memegang peranan besar dalam “mencari kebenaran dari kenyataan”, suatu yang belum diketahui di masa lalu, suatu saat pasti akhirnya akan diketahui.

Di abad yang lalu pada awal dan akhir tahun 1960-an, ilmu pengetahuan harus berkata jujur. Sejumlah besar ilmuwan, ahli kedokteran dan dokter telah mengadakan penelitian yang cermat terhadap roh meninggalkan tubuh, pengalaman menjelang ajal dan bidang reinkarnasi sampai menimbulkan dampak sosial yang sangat besar.

Sebenarnya, orang yang berbeda usia, berbeda tingkat pasti pernah mengalami pengalaman roh meninggalkan tubuh. Menurut catatan arsip, hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa setiap 5 orang di antaranya pasti ada satu orang pernah mengalami roh meninggalkan tubuh. Umumnya gejala seperti ini terjadi di saat-saat kritis. Kadang kala tanpa disadari di antara manusia tanpa sebab. Namun, bagi orang yang tidak percaya akan terlewat begitu saja atau menggunakan alasan lain sebagai penjelasan yang lebih terkesan mengada-ada.

Berikut ini adalah beberapa kisah pengalaman orang-orang yang pernah mengalami peristiwa roh meninggalkan tubuh:

Roh Membeli Rumah
Seorang wanita yang tinggal di Ireland mempunyai kebiasaan roh meninggalkan tubuh. Dalam perjalanan roh meninggalkan tubuh, ia telah menemukan rumah impiannya. Dalam setahun berikutnya, berkali-kali rohnya meninggalkan tubuh pergi ke sana melihat rumah tersebut, semakin dilihat semakin tertarik.

Belakangan, ia dan suaminya berniat pindah rumah., ia pikir, jika ia tahu di mana letak rumah itu akan lebih baik, bagi mereka rumah itu adalah yang paling ideal. Mereka pergi ke London mencari rumah. Yang membuatnya gembira adalah, melalui sebuah iklan yang pernah mereka tanyakan, membawa mereka pada rumah yang sangat ia kenali itu. Segala-galanya, termasuk perabot rumah tangga dan penataannya sama persis yang dilihat saat perjalanan rohnya meninggalkan tubuh.

Lagi pula, rumah itu luar biasa murahnya, sebab, konon katanya itu adalah sebuah rumah yang ada hantunya. Saat ia sebagai pembeli bertemu dengan sang pemilik rumah, pemilik rumah menatapinya dan berteriak seketika: “Oh, Andalah hantu itu!” Dengan begitu, dari cerita tentang rumah yang ada hantunya, pemilik rumah langsung mengenalinya begitu bertemu, jelas pemilik rumah sudah pernah bertemu dengan rohnya berkali-kali.

Selain itu, ada suatu kondisi yang disebut False Arrival Cases, membuktikan bahwa orang bisa muncul sebelum tubuh kasarnya datang. Gejala seperti ini sering kali terjadi, konon sangat umum di sejumlah negara di Eropa utara, khususnya Norwegia. Bahkan ada sejumlah orang sudah terbiasa, bahkan menganggapnya sebagai pertanda “tamu akan segera datang, cepat sediakan kopi”. Novelis besar Rusia, Leo Tolstoy dapat membuktikan kebenaran gejala ini.

Ketika raja media cetak Daniel Dughlas Com mengunjungi Rusia, Tolstoy dan istri pergi ke stasiun kereta api menjemputnya. Mereka melihat Daniel bergegas pergi setelah turun dari kereta, sama sekali tidak peduli pada mereka. Istri Tolstoy menulis selembar memo di hotel tempat Daniel menginap, menyatakan sangat kecewa terhadap sikapnya yang aneh itu. Anehnya tiga jam kemudian, Daniel baru tiba dengan menumpangi sebuah kereta lainnya, memo itu telah menunggunya di hotel yang akan diinapinya.

(Dikutip dari “Mysteries of the Inner Self”, by Stuart Holroyd, Bloomsbury Books, London, 1992)

Menyelamatkan Musibah Kapal
Suatu hari pada tahun 1828, di atas sebuah kapal dagang yang hilir mudik dari Leopold, Inggris ke Kanada, mualim satu Robert Bruce melihat seorang lelaki yang belum pernah dilihat sebelumnya duduk di dalam ruang kapten kapal menulis sesuatu di atas papan tulis. Orang itu membalikkan badan, terpaku menatapinya dengan ekspresi serius. Hal ini membuat Bruce ketakutan. Ia bergegas menerjang ke atas geladak, melapor kepada kapten kapal tentang pemandangan yang barusan dilihatnya.

“Anda pasti sinting, Tuan Bruce,” kata kapten kapal. “Orang asing? Kami telah berlayar hampir 6 pekan! Segera ke sana lihat siapa dia.”

“Saya tidak percaya adanya hantu,” ujar tuan Bruce. “Namun, terus terang saja Tuan, saya tidak mau pergi sendiri menemuinya.” Lalu, kapten kapal dan mualim satu bersama-sama pergi ke ruang kapten kapal, mendapati tidak ada seorang pun di dalam ruangan itu. Ketika mereka memeriksa papan tulis, mendapati di atas papan tertulis “berlayar mengarah ke barat laut.”

“Tuan, apakah Anda sedang mempermainkan saya?” kapten kapal berkata dengan serius. Bruce bersumpah bahwa semua yang dilihatnya adalah benar. Kapten kapal duduk di depan meja kantor dan merenunginya beberapa menit. Lalu, ia membalikkan papan tulis ke belakang, meminta Bruce menulis “berlayar mengarah ke barat laut” di atas papan itu. Tulisan tangan di kedua bagian papan sama sekali berbeda. Ia merasa sangat puas. Lalu memanggil mualim dua dan kondektur lainnya menurut urutan, menyuruh mereka menulis beberapa huruf itu. Dengan cara ini, ia telah memeriksa semua ABK. Ternyata tidak ada satu pun tulisan tangan yang mirip dengan tulisan yang ada di atas papan tulis itu. Lalu, mereka memeriksa sekali lagi secara menyeluruh isi kapal dari depan hingga belakang, namun tidak juga menemukan tanda-tanda ada penumpang gelap. Kapten kapal akhirnya bertanya, “Tuan Bruce, sebenarnya bagaimana Anda memahami semua ini?” “Saya tidak bisa mengutarakannya, Tuan,” demikian kata Bruce. “Saya melihat lelaki itu sedang menulis, Anda juga telah melihat tulisannya, di dalamnya pasti ada hal yang janggal.”

Karena arah angin sangat bagus, berlayar mengitari barat laut hanya akan menghabiskan beberapa jam, lalu, kapten kapal memerintahkan berputar menuju ke arah barat laut. Setelah kurang lebih melalui pelayaran selama 3 jam, kontrolir melaporkan bahwa di depan ada gunung es, dan di sekitar gunung es ada sebuah kapal. Ketika menghampiri lebih dekat lagi, kapten kapal melihat kapal dari teropongnya, di atas kapal ada sejumlah besar manusia. Kenyataannya itu adalah sebuah kapal yang sedang mengalami kecelakaan, dan telah membeku di atas gunung es. Ia mengirim beberapa perahu kecil untuk menyelamatkan orang yang beruntung masih hidup. Ketika perahu penyelamat ke tiga kembali ke kapal, dan saat penumpang yang ditolong naik ke atas kapal besar, Bruce mendapati, di antaranya terdapat orang asing yang dilihatnya di ruang kapten kapal beberapa jam yang lalu!

Saat setelah mualim satu mengenali penumpang baru itu, kapten kapal berkata: “Terus terang, Bruce, ini benar-benar semakin aneh. Ayo, kita pergi melihat-lihat orang itu.”

Di bawah permintaan kapten kapal, orang itu telah menulis beberapa huruf “berlayar mengarah ke barat laut” di atas papan tulis kosong. Dan ketika papan dibalikkan, orang tersebut sama kagetnya dengan yang lainnya mendapati, ada kata-kata dan tulisan tangan yang sama persis di sisi papan lainnya. Ia membolak-balikkan papan, “Saya hanya menulis sebagian, siapa yang telah menulis bagian lainnya?” Ia sama sekali tidak ingat kejadian yang membuat Bruce terkejut itu. Namun, ia mengingat satu hal yang mungkin berhubungan dengan kejadian ini. Siang itu, ia tertidur pulas karena sangat kelelahan. Setelah ia bangun, ia mengatakan bahwa mereka pasti akan tertolong, karena ia bermimpi dirinya telah naik ke sebuah perahu yang datang untuk menyelamatkan mereka. Kapten kapal yang mengalami kecelakaan membenarkan kata-katanya. Kapten kapal mengatakan, ia telah menceritakan mengenai bentuk permukaan dan perlengkapan kapal tersebut kepada kami. Yang membuat kami merasa sangat takjub adalah, kapal kalian muncul, persis sama seperti yang ia lukiskan.”

Kisah di atas terjadi pada tahun 1860 yang diceritakan kepada penulis oleh sahabat karib Robert Bruce yaitu kapten kapal Clark, dalam Footfalls on the Boundary of Another World, by Robert Dale Owen, Philadelphia: Lippincott 1860. Ia melukiskan dan mengatakan bahwa Bruce adalah seorang yang paling jujur dan terbuka yang pernah dijumpai dalam seumur hidupnya. Ia berkata kepada Owen, “Saya bersedia menggunakan jiwa saya untuk menjamin bahwa ia tidak berkata dusta.”

Bagian yang tidak biasa dalam kisah ini adalah, bahwa roh bukan saja meninggalkan tubuh memperlihatkan wujudnya, bahkan ke tempat kapal yang sangat jauh, meninggalkan tulisan informasi yang akurat. Papan tulis dan tulisan tangan di atasnya adalah “bukti yang kuat”, siapa pun juga tidak bisa menyangkalnya.

(Dikutip dari Mysteries of the Inner Self, by Stuart Holroyd, Bloomsbury Books, London, 1992).

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. endaflisandia said, on Desember 19, 2009 at 2:50 pm

    allahuakbar,

  2. rendi said, on April 11, 2014 at 10:32 pm

    Wah merinding bacanya. Ternyata mimpi itu mirip dengan apa yang orang katakan sebagai dejavu. Namun untuk kasus kapten kapal ini, sangat menakjubkan sehingga bisa menyelamatkan nyawa manusia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: