Scrapman On The Blog

Megawati-Prabowo Bintang Survei Baru

Posted in Fresh, Tokoh by scrapman on Juni 22, 2009

Jakarta – Jelang pemilu presiden 8 Juli mendatang, kejutan politik semakin mudah dijumpai. Kini, Mega-Prabowo yang mulanya dalam survei politik tak pernah unggul masuk menjadi pemenang. Mega-Pro menggusur dominasi SBY-Boediono.

Adalah Indonesia Develompent Monitoring (IDM) yang menempatkan elektabilitas Megawati-Prabowo mencapai 44,3%, SBY-Boediono 30,43%, dan JK-Wiranto 13,2%. Sedangkan abstain 12,8%. Survei dilakukan 1-16 Juni 2009 melibatkan 2.047 responden dengan tingkat kepercayaan 95%.

Sebanyak 1.550 responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka dan telepon oleh pewawancara yang telah dilatih. Sementara itu, 497 responden terpilih juga diwawancara dengan pertanyaan SMS yang dikirimkan kepada responden.

Menurut Direktur Eksekutif IDM Dwi Mardiyanto naiknya elektabilitas Mega-Prabowo tidak terlepas dari program kampanye yang dilakukan Mega-Prabowo. “Selain itu, kenaikan Mega-Prabowo juga dipicu blunder politik yang dilakukan SBY-Boediono,” tegasnya kepadaINILAH.COM, seusai pemaparan hasil survei, Senin (22/6) di Jakarta.

Menurut Dwi, sejak Boediono terpilih sebagai cawapres SBY, blunder politik SBY terus berlanjut hingga kini. Menurut dia, isu paham ekonomi neoliberal cukup berpengaruh terhadap elektabilitas SBY-Boediono.

“Jadi sejak terpilihnya Boediono sebagai cawapres SBY, disitulah blunder politik terjadi pada SBY,” ungkap Dwi. Menurut dia, lambat laun publik semakin paham dampak negatif paham neoliberal.

Menariknya, dari survei IDM ini, secara transparan diungkapkan pertanyaan yang diajukan kepada responden. Misalnya pertanyaan yang fokus pada kegagalan program SBY seperti utang, ataupun Ambalat.

Menurut pengamat politik Fadjroel Rahman, langkah membuka pertanyaan responden ke publik oleh IDM patut dipuji. “Meski deviasi survei semacam ini harus dihindari,” tegasnya.

Ia menilai, survei IDM ini menunjukkan pilpres tidak terjadi satu putaran. Karena trend yang terjadi banyak pemilih yang melirik program non SBY. Meskipun terdapat angka golput sebanyak 80 juta pemilih. “Harusnya ketiga capres fokus pada program,” tegasnya.

Terpisah, pengamat politik LIPI Hermawan Sulistyo menilai omong kosong jika survei dengan memggunakan responden maksimal 4.000 mampu memotret 170 juta pemilih dalam pilpres. Meski demikian, ia menilai, kecenderungan saat ini memang terjadi penurunan elektabilitas SBY.

“Secara konsisten, terjadi penurunan pada pasangan SBY-Boediono meski tidak signifikan. Demikian pula terjadi di JK-Wiranto mengalami peningkatan meski juga tak signifikan,” imbuhnya.

Penurunan pasangan SBY-Boediono tidak terlepas dari faktor eksternal dan internal. Menurut Kiki, demikian ia sering disapa, SBY sebagai capres incumbent selalu defensif dalam merespons serangan rival politiknya. “SBY tidak pernah melakukan pukulan terlebih dahulu. Yang dibangun image normatif sehingga kehilangan greget,” tegasnya.

Padahal, sambung Kiki, jika SBY-Boediono mampu mengeksploitasi yang dimiliki dirinya, tidak mustahil semakin kokoh sebagai capres yang sulit tertandingi.

“Seperti gelar doktor yang dimiliki SBY dan gelar profesor milik Boediono, kalau itu dieksploitasi pasti akan menguntungkan pasangan ini karena pasangan lainnya tidak memiliki keunggulan ini,” paparnya. Menurutnya eksploitasi gelar akademik tersebut cukup efektif menarik simpatik publik terutama kelas menengah ke bawah.

Sedangkan faktor internal SBY-Boediono cenderung melorot, tidak terlepas dari lemahnya koordinasi antar tim pemenangan. Menurut dia, dominasi konsultan politik dalam tim pemenangan SBY-Boediono membuat partai koalisi tidak maksimal. [E1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: