Scrapman On The Blog

Setelah Antasari Tersangka

Posted in Peristiwa by scrapman on Mei 2, 2009

Keberanian polisi menjerat Antasari Azhar patut diacungi jempol. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Andi Nasrudin Zulkarnaen. Kini publik menanti sikap tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden mesti segera memberhentikan sementara Antasari sebagai Ketua KPK.

Antasari, yang kini dicekal, dituduh mendalangi penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran itu. Polisi juga menjaring sembilan tersangka lain, yakni operator lapangan, eksekutor, dan seorang pengusaha, yang diduga mendanai penembakan tersebut. Pengusaha yang dimaksud adalah Sigid Haryo Wibisono, Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka, penerbit harian Merdeka.

Diduga bermotif masalah pribadi, pembunuhan itu menyedot perhatian khalayak lantaran sadistis dan berlangsung di tengah keramaian. Para pelaku menghadang mobil korban di kawasan Modernland, Tangerang, 14 Maret lalu. Dua peluru yang menerjang kepala Nasrudin membuat korban terkapar, dan akhirnya meninggal di rumah sakit.

Antasari mengaku mengenal Nasrudin karena sang direktur menjadi saksi dalam sebuah kasus korupsi yang ditangani KPK. Ia juga mengenal Sigid lantaran lembaganya pernah merancang kerja sama dengan harian Merdeka. Tapi sejauh ini Antasari masih mengelak dari tuduhan bahwa ia terlibat dalam pembunuhan itu.

Hanya, polisi tentu tidak sembarangan menetapkan Antasari sebagai tersangka. Boleh jadi, para tersangka lain telah bernyanyi, membeberkan keterlibatan pejabat negara ini. Apalagi, menurut pihak keluarga Nasrudin, ada ancaman dari Antasari yang dikirim ke korban lewat pesan pendek. Telepon seluler Nasrudin yang menyimpan pesan ini telah disita polisi sebagai barang bukti.

Keterlibatan Antasari dalam kasus pembunuhan itu memang harus dibuktikan di pengadilan. Tapi, karena telah dinyatakan sebagai tersangka, ia harus diberhentikan sementara. Keputusan pemimpin KPK menonaktifkan Antasari belumlah cukup. Presiden harus menetapkan pemberhentian sementara Antasari sebagai Ketua KPK. Aturan ini jelas dimuat dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Korupsi.

Langkah itu penting dilakukan agar polisi lebih leluasa memeriksa Antasari sekaligus menyelamatkan kredibilitas KPK. Bagaimanapun, kasus ini bisa merusak citra KPK, yang selama ini cukup gencar membongkar berbagai kasus korupsi. Namun, khalayak sebaiknya memisahkan antara kinerja KPK sebagai lembaga dan kasus yang menjerat Antasari.

Pemerintah juga harus bersiap-siap mengusulkan calon anggota pemimpin KPK kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Soalnya, jika status Antasari meningkat jadi terdakwa, ia harus diberhentikan secara permanen. Jumlah anggota pemimpin KPK jelas akan berkurang. Padahal masa jabatan mereka masih dua tahun lebih.

DPR mesti pula memilih lagi Ketua KPK yang baru jika kasus Antasari menggelinding ke pengadilan. Langkah ini sebenarnya bisa segera dilakukan andaikata Antasari bersedia mengundurkan diri. Sikap ini amat disarankan karena akan memudahkan pemerintah dan DPR serta menguntungkan KPK.

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2009/05/02/krn.20090502.164206.id.html

Tagged with: ,

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. sofwan.kalipaksi said, on Mei 3, 2009 at 1:56 pm

    Dalam kasus ini, yang cukup misterius adalah Sigid Haryo (bos Koran Merdeka) yang disebut-sebut sudah ditahan dalam kasus Antasari. Siapa dia? Seperti apa jejak rekam petualangannya di kalangan elit negeri ini? baca di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/05/03/inikah-akhir-petualangan-sigid-haryo-wibisono/

  2. […] Setelah Antasari menjadi tersangka […]

  3. […] Setelah Antasari menjadi tersangka […]

  4. […] Setelah Antasari menjadi tersangka […]

  5. Ir.Imam Sibawe, ST said, on Mei 4, 2009 at 1:27 pm

    sungguh mengejutkan sekali, suatu skandal yang harus dikupas tuntas, bagaimana mungkin seorang Ketua KPK, yang tertuduh sebagai otak pembunuhan penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran itu dapat didanai oleh seorang pengusaha seperti Sigid Haryo Wibisono, Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka, penerbit harian Merdeka. adakah keterlibatannya juga mengarah ke indikasi kepentingan tertentu terhadap jabatan dari Nasrudin Zulkarnaen, ataukah memang sebelumnya memiliki kerjasama yang saling terkait apabila terjadi keruntuhan salah satu jabatan terutama Ketua KPK? diharap penyidik dan aparat yang terkait dapat menangani dengan tuntas, apa yang sedang terjadi. kebersihan nama KPK harus dijaga, untuk itu diharap semua pihak benar-benar menegakkan keadilan dan kebenaran tanpa mementingkan kepentingan perseorangan atau golongan ataupun partai.

  6. Ncadvertise said, on Mei 5, 2009 at 4:18 pm

    Kasihan Antasari, tapi kasus ini kayaknya juga menutupi kekisruhan pemilu ya
    kujungi juga Newbie dari Komunitas Blogger Banyuwangi 57net.co.cc

  7. […] Setelah Antasari menjadi tersangka […]

  8. […] Rani Juliani Site Raharja : November […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: