Scrapman On The Blog

HOMICIDE – “Tha Nekrophone Dayz : Remnants and Traces from the Years Worth Living” – SUBCIETY RECORDS

Posted in Black Road, Blogroll, Celebritis, Lirik, Peristiwa, Site Review, Tulisan, wajah by scrapman on November 27, 2007

11:19:09 pm, Categories: Band|Album|Demo Review,
HOMICIDE – “Tha Nekrophone Dayz : Remnants and Traces from the Years Worth Living” – SUBCIETY RECORDS
Review By Badam
e mail : badamcollar@yahoo.com

Seperti yang banyak diakui orang, Homicide adalah sebuah anomali. Mereka adalah band hiphop yang lebih dikenal di scene hardcore/punk dibanding popularitas mereka di scene hiphop. Meski beberapa pelaku di scene hiphop indonesia mengakui bahwa Homicide adalah salah satu pioneer di tanah air, mereka tak cukup dikenal terutama oleh para anak-anak hiphop kemaren sore. Ini dikarenakan oleh Homicide sendiri yang sangat tidak peduli pada produktivitas materi. Untuk seukuran band seperti mereka yang sudah berumur hampir 10 tahunan, mereka terhitung sebagai band yang sangat pelit dalam menghasilkan materi. Lagu-lagu mereka hanya beredar dikalangan tertentu dan sangat sulit didapat, hanya ada di beberapa kompilasi dan demo yang sangat sukar ditemukan di ‘pasar’. Tapi mereka terkenal karena hebatnya materi-materi itu sendiri. Legends live because they are that great. Meskipun sedikit tapi cukup membelalakkan mata orang, tak hanya penggemar hiphop tapi juga para penggemar genre lain, terlebih di scene punk/hardcore dimana mereka sering memberi cameo (featuring) di beberapa band underground Bandung dari Undercontrol hingga Balcony hingga Puppen. Tak boleh dilupakan pula, keterlibatan mereka di aktivisme, konsistensi mereka thd etos D.I.Y dan integritas mereka sebagai MC yang tak kenal kompromi dalam hal estetika hiphop, melahirkan anekdot lucu bahwa Homicide adalah band hiphop yang lebih ‘punk’ dari band punk di Indonesia, sekaligus sebuah band punk yang lebih ‘hiphop’ dari grup-grup hiphop di tanah air. Tak heran jika banyak orang yang menanti terlalu lama untuk album ini dan untungnya penantian itu berakhir memuaskan.

Oke… langsung ke album. “Album ini bukan album artian sesungguhnya” begitu tulis Morgue Vanguard dalam liner notes pengantar CD ini. Dan memang demikian adanya. Album ini lebih merupakan dokumentasi karya mereka sejak formasi 3 MC & 1 DJ, hingga menyisakan Morgue Vanguard seorang (atau sosok yang lebih kita kenal sebagai Ucok). Semuanya 18 lagu, setengah dari EP mereka “Prosa Tanpa Tuhan” yang dijadikan materi split dengan Balcony, setengahnya lagi dari EP “Barisan Nisan” yang dibuat setelah Aszi (Sarkasz) meninggalkan Homicide, namun tidak jadi dirilis Ucok entah alasan kenapa, (kemungkinan besar masalah finansial). Sisanya single-single dari kompilasi dan satu demo mereka yang menggebrak di bawah tanah jaman Suharto dulu, “State of Hate” yang pernah masuk di album kompilasi band-band Bandung, “Brain Beverages”. Singkatnya album ini adalah “koleksi ‘sonic works’ mereka selama 11 tahun eksistensi Homicide”, begitu penjelasan press release dari Subciety Records yang merilis album ini.

Dokumentasi ini cukup memperlihatkan kita rangkaian evolusi musik mereka dan sekaligus menunjukkan integritas mereka sebagai MC dengan menembus batas-batas penulisan lirik hiphop dalam bahasa indonesia yang selama ini ada. Tak hanya layak diapresiasi sebagai ‘album hiphop’ tetapi, dalam segi bentuk lirikal-nya sendiri, syair yang mereka buat adalah sebuah bentuk baru yang bisa diapresiasi sebagai ‘karya sastra’ kalau kita berbicara pada wilayah pantun dan puisi.

Kecepatan flow mereka, delivery yang acak, kosakata yang bejibun dan cerdas, dan metafor yang tak lazim dan jelimet. Semuanya memang membuat materi mereka agak sulit dicerna awam dengan sekali mendengar. Majas pengandaian (metafor) yang dalam hiphop sering dipakai, oleh mereka tak dibiarkan tergeletak sebagai kepingan tunggal. Metafor itu tak hanya berbentuk ‘kata’ namun dalam wujud bangunan kalimat solid yang sambung-menyambung tak bisa dipisahkan begitu saja sehingga tak bisa diartikan dalam satu penggalan dan saya jamin, akan menghasilkan orang-orang yang membenci mereka lebih benci lagi dengan mengutipnya setengah-setengah. Dari track satu ke lainnya, Homicide tak pernah kehilangan sentuhan yang membuat mereka terkenal: mengawinkan bahasa intelektual dengan bahasa terminal, plus balutan kosakata battle yang menghasilkan lirik-lirik mutan yang sulit dicari padanannya di khasanah hiphop dalam negeri. Pada lyric sheet mereka (yang super panjang) kalian akan menemukan kata ‘inkuisisi’ dan ‘kontol’ sekaligus dalam satu kalimat, atau mungkin ‘mediasi’ dan ‘bondon’ dalam satu verse.

Saya ingin sekali memuat kutipan lirik mereka disini. Namun sialnya, hampir semua lirik mereka layak kutip. Jadi daripada tidak adil, saya sarankan lebih baik kalian buktikan saja sendiri dengan mendengarkannya. Dari materi awal mereka ketika Lephe masih bergabung, “Post Mortem Hiphop”, lagu manifesto mereka “Boombox Monger”, track kontroversial “Puritan”, hingga brengseknya “Semiotika Rajatega”, adalah bukti dari formasi duet MC paling maut di tanah Jawa; Ucok dan Aszi plus Iwan sebagai DJ mereka.

Sedangkan 7 track terakhir membuktikan mengapa Ucok layak disebut frontman dan garda depan Homicide. Selain reputasi dirinya secara personal sebagai seorang individu kharismatik dan influential dengan segala aktivitasnya diluar Homicide yang sama ikonik-nya, ia membuktikan bahwa meskipun sendirian (dalam hal menulis lirik dan musik) ia tetap dapat menjaga Homicide tak kehilangan taringnya. Meski sudah beranak dua, Ucok tak kehilangan sedikit apapun. Buktikan saja dengan menyetel keras-keras track spoken words “Barisan Nisan” yang menggetarkan dan “Senjakala Berhala” yang menegakkan bulu kuduk jika di setel tengah malam hingga “Belati Kalam Profan” yang buas dan “Nekropolis”, track gila yang berisiknya minta ampun, menghadirkan guest vocal Addy Gembel, vokalis band death metal ternama, Forgotten, dari Bandung (ya betul, saya bilang death metal!!). Dengarkan juga lagu ‘perpisahan’ ucok dengan Sarkasz yang meninggalkan Homicide berjudul ‘Membaca Gejala dari Jelaga”, sangat-sangat emosional, politis namun sangat personal. Juga cek lagu tribut Ucok bagi Widji Thukul, sang penyair favoritnya yang dihilangkan pemerintah di era Suharto. Pada “Sajak Suara” Ucok membaca puisi Thukul, berjudul sama, dengan sangat brutal. Tapi yang paling mengejutkan adalah lagu ber-titel “Rima Ababil” yang radio-friendly namun tak sedikitpun mengurangi bobot isinya. Ucok nge-rap dengan flow yang tak biasa dia pakai sebelumnya. Namun dengan sample suara Munir almarhum (menyebut militer sebagai orang-orang pengecut) yang dipakai sebagai intro, lagu ini tak dijamin juga bisa diputar di radio-radio.

Bisa saya bilang, semua materi tadi memiliki kekuatan magis yang membuat orang-orang yang tak suka musik hiphop atau tak suka politik harus terpaksa menaruh perhatian pada mereka. Namun karena begitu kuatnya lirik mereka, ada satu hal yang banyak luput dari perhatikan orang, bahwa musik Homicide adalah sebuah kekuatan tersendiri. Kalian dapat mendengarkan musik mereka tanpa harus terganggu dengan apa yang mereka bicarakan, menganggukkan kepala pada beat-beat mereka tanpa harus khawatir bosan dengan kalimat-kalimat mereka. Secara keseluruhan album ini pun membuktikan bahwa Homicide tidak peduli dengan trend beat yang menyapu dunia. Mereka konsisten dengan gaya hiphop awal 90-an mereka. Raungan sirine, noise, beat James Brown, dan loop hook yang dibiarkan kotor, mengingatkan kita pada kejayaan hiphop di era RUN DMC, Public Enemy, Gang Starr, atau EPMD dan Soul Assasins di akhir 80-an hingga pertengahan 90-an. Tak hanya berhenti disitu, mereka juga berhasil meminang sound dan sample dari musik-musik avantgardis seperti This Heat dan Godflesh, juga drones melodis menyayat ala Godspeed You! Black Emperor. Meski memberi album ini 4 bintang alias keren, Rolling Stone sama sekali salah jika mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan secara musikal bukanlah sesuatu yang baru! Peran Iwan sebagai DJ di hampir setiap track pun luar biasa. Meski Ucok yang menulis semua musik, kontribusi Iwan dalam membuat musik Homicide secara artistik menakjubkan tak bisa dilihat sebelah mata. Silahkan dengar “Belati Kalam Profan” dan versi remix dari “Boombox Monger” jika tak percaya.

Pada kesimpulan akhir, “The Nekrophone Dayz” ini adalah kesempatan baik bagi mereka yang tak pernah mengenal Homicide untuk mendengarkan sendiri apa yang membuat mereka hebat dan se-legendaris yang dibicarakan orang. Dan bagi yang pernah dan tahu sosok mereka, ini dapat membuat kita cukup menempatkan mereka pada posisi yang seharusnya; sebagai salah satu grup musik terpenting yang pernah lahir di Indonesia.

32 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. angga said, on Januari 5, 2008 at 4:07 am

    yup’s
    setuju sekali ap yg dikatakan saudara Harry sebelumnya bahwa homicide adalah salah satu band legenda di tanah indonesia…saya sendiri mendengarkan itu saat saya berumur kira-kira 12 tahunan dan belum memahami apa sih homicide ini dan apa sih aliran mereka,sampai sekarang ini saya baru sedikit memahami apa yang ada didalam lagu-lagu homicide itu benar-benar berdialektika,,walaupun itu hanya lagu tetapi menurut saya pribadi itu adalah sebuah karya tulis yang luar biasa,tanpa kata-kata yang sok-sok BAIK DAN BENAR tetapi menghasilkan hasil yang lebih berintelektual yang tinggi…..

    buat homicide salam hormat dan kagum dari saya angga…

  2. destrOi! sindikat black hammers said, on April 19, 2008 at 6:38 am

    ehehhehehe yang puritan lbh bertaring cz kejujuran yg mereka junjung tinggi

  3. Irvan said, on April 26, 2008 at 4:52 am

    Hai,
    Sekali2 dong musik rap/hiphop berkonsep lagu rohani, sehingga tidak harus selalu identik dengan kata2 kotor/kasar.

    Saya baru aja iseng buat demo musik jenis ini. Download aja via link dibawah ini:
    http://longstaylounge.com/demo1.rar
    http://longstaylounge.com/demo2.rar

    Dijamin karya saya pribadi 100%, dan suara saya baik lead atau back vocal. (kecuali suara azan)
    Termasuk liriknya, baik yang Indo atau versi Inggrisnya.

    Kalo mo liat foto rappernya yang sok cool liat aja di

    Thanks kalo mo dengerin

  4. pxd said, on April 29, 2008 at 4:41 am

    alllllahhhhhhhhhhhhh…..mw komen pa promo mas………prsetannnnn…

  5. kbil said, on Juni 12, 2008 at 9:45 am

    promosi mas?

  6. gajol alghifari said, on Juni 28, 2008 at 12:57 pm

    HOMICIDE FUCK…….

    FUCK ATHEIS……….

    FUCK ALL

  7. alex® said, on Juni 28, 2008 at 11:25 pm

    @ komen diatas

    YEAH, Right! FUCK U TOO!😆

  8. Ryknow said, on Juli 29, 2008 at 3:11 am

    Sapa tuh gajol alghifari ? jangan2 susupannya FPI? hahaha sucks ass. Mestinya baca donk interview Inside Indonesia dengan Ucok. Dia terpengaruh grup hip-hop last poets yang jelas adalah african-american grup and muslims too.

    Salah satu bacaan kesukaan Ucok adalah sejarah nabi Muhammad.

    Reviewan gw….gw gak ngerti hip-hop, karean seperti yang udah2, musik apapun ke ooptasi sama kepentingan “industri musik” jadi buat gw hip-hop sama dengan musik yang gangster, sexists, penuh pelechan, blink2 lifestyle, sampe gw tau homicide yang beda jauh sama black apa gitu grup hip-hop indonesia. Jangan ngarepin saykoji part deux here fellas, ternyata hip-hop bisa jadi musik yang overtly political and smart too. Gw gak pernah bosen dengerin homicide. Jadi negative thinking gw tentang hip-hop sirna.
    Puritan…hmmm lagu kontroversial, karena kebetulan di bawain homicide dan terkenal….padahal banyak lagu2 yang mengkritik ke agamaan dari band HC/Punk kayak Domestik Doktrin dan Hark!.
    Lucunya mereka jadi inceran FPI gara2 lagu itu, padahal itu bukan penghinaan terhadap Islam, tapi terhadap fasisme berjubah Islam. That what happens kalo IQnya cuma dua digit, jadi lebih gampang di provokasi sama siapapun di belakang mereka tanpa baca2 dulu….

    Cari deh interview dengan Sean Mutaqqi dari Vegan Reich/Pressure. Doi muslim, tapi pandangannya sangat2 luas dan gak cuplek kayak teroris yang taunya cuma satu kata….bunuh…..dan dia bilang, HC/Punk sejalan kok sama Islam, so that’s for your info (No, I don’t give a fuck about your comment on hardline movement, read, read, read, read before you have any comment dude, unless your IQ is only two digit…bwahahahhahahaha)

    Buat gw cd homicide ini penting buat di koleksi, di baca, dan dijadikan suatu bentuk pembelajaran. Udah waktunya kalo mau adu adalah argumen bukan pake otot……

  9. arkenz said, on Agustus 14, 2008 at 8:17 pm

    keberadaan ‘Homicide’ mungkin hanya persembahan kecil agar dunia masih memiliki warna. Apapun yang mereka temui di ujung sana setelah bubar, riwayat itu sudah tamat. Dan apa yang dari mereka hanya harus kita resapi adalah hymne faktisitas manusia yang sudah pulas. Mungkin bermimpi… atau barangkali ejakulasi…

    • Irwan Bajang said, on September 3, 2009 at 4:06 pm

      Kenz..saya pengen dapet album homicide..gimana nih caranya?
      di Bandung masih tersedia gak ya?

  10. FREEDOM said, on Oktober 18, 2008 at 4:34 pm

    gw tertarik ama lagu&pemikiran homicide…kira2 da forum/milis nya nggak y..

  11. xkabonx said, on November 3, 2008 at 4:55 pm

    go homicide ……….

    go..

  12. xkabonx said, on November 3, 2008 at 4:56 pm

    go…. homicide

  13. Black--Reds said, on November 21, 2008 at 3:41 am

    Puritab n Rima Ababil jadi Hymne di jalan hidupku..

    Rima-rima yg Homicide lahirin bukan sekedar omong kosong aja..

    Mereka memang LEGENDA di INDONESIA ini…

  14. art87 said, on Maret 6, 2009 at 9:15 am

    Manteb bro

  15. aintabsurdism said, on April 12, 2009 at 6:38 am

    review nya “cantik” .homicide memang ga ada matinya.

  16. dovokmaddog said, on Agustus 25, 2009 at 7:02 pm

    w pengen homicide kembali bangkit lagi

  17. MUHAMMAD IRFAN FAUZI said, on Oktober 16, 2009 at 3:11 am

    homicide i love you songs, reality, realygi and revolusioner deen. berperang dengan argumen lebih keren dan yang paling kerennya homicide ini syarat historica jaman dan peradaban islam serta di dunia yang didominasi dengan kontroversialisme. fuck is under atheis. ghifari terus maju…go international, obsesi kalian adalah dakwah, islam, kemurnian akidah, jangan perdulikan saudara kalian yang munaffffffikin, munaffiqun, munaffiqon. and kuffar you must dead at know…..

    cetak lah generasi bangsa yang syarat historical revolusioneer agamis, berpendidikan tinggi, jujur, adil dan perduli terhadap rakyat MISKIN dan SUSAH. jangan jadikan dunia sebagai aliansi pusat pertujuan akidah. jadikan semuanya hanya karena ALLOH SWT Semata. BANGKIT HOMICIDE DEMI PAHLAWAN YANG GUGUR KARENA KESYAHIDAN MELAWAN PENJAJAH IDEOLOGI DEMIKRATIS, PLURALISME, KAPITALIS, DAN LIBERALISME YANG DI IMPOR DARI DUNIA AMERIKA. STOP YOUR SLEEP AND KNOW YOU MUST GO STAND BY. MELAWAN SEGUDANG PEMIKIR ELIT YANG RAPUH AKAN AKIDAH DAN DIDIKAN AGAMA ISLAM. BUNUH SEMUA DAN BANTAI DENGAN ARGUMENT BUKAN DENGAN SENJATA, PARIT DAN KAMPAK. CIANJUR ADA DI BELAKANGMU ALLOH ADA DI DEPANMU DAN NABI MUHAMMAD SAW ADA DI TANGAN KANANMU, TAUHID ADA DI HATIMU…….ALLOOOOHUAKBAR…………..SAHID, JIHAD, MUJAHID.

  18. MUHAMMAD IRFAN FAUZI said, on Oktober 16, 2009 at 3:13 am

    PEMIKIRAN YANG CERDAS TERLAHIR DARI PERASAAN YANG TERGUGAH KARENA PERADABAN YANG DIHANCURKAN OLEH KATA PERANG.

  19. MUHAMMAD IRFAN FAUZI said, on Oktober 16, 2009 at 3:29 am

    LYRIC EVOLUSI JIHAD

    Jangan lah Kau Bermimpi akan khilafah
    sebelum Syariat menang melawan Demokratis Barat
    Kita berdiri di Barisan depan melawan pemikir sesat
    yang terjatuh karena kenikmatan sesaat

    bangkitlah islam, jangan kau berperang dengan saudaramu sendiri,
    buang alkohol dari tanah ranah jawa dan bangsa, buanglah prostitusi raga, jasad, dan akidah.

    salinlah alquran kedalam setiap aliran darahmu
    agar tercipta dari gerakan sempurnanya iman dan takwa
    jangan kau perdulikan jeruji besi, hukuman mati hanya karena melawan keperintahan yang absolutisme demokratis sesat dan banci.

    lihatlah karena mereka timur-timor jadi menghilang
    ambalat direnggut bangsa arogan
    budaya di patenkan jadi milik bangsa tetangga
    batu-bara, emas, minyak bumi kini habis ludes terjual ke negara adidaya.

    berikan kesegaran pemikiran aktivis untuk mengecup
    indahnya mengenal agama tidak hanya dari satu sudut,
    tapi baca fakta dalam alquran, hadis, dan manhaj.
    bergegaslah membantai seluruh kekafiran diri yang terselubung sibuk karena mencari materi didunia ini.

    jadikan rasulmu sebagai panglima terbesar yang berbintang syahid dan nabi yang sempurna, apalah artinya bintang di pundak dan didada, tapi jika hanya menciptakan perut jadi buncit dan kembung itu hanya akan membawa ummat ini jadi bingung,

    alloh…alloh…alloh….
    beri kami kekuatan untuk terus maju
    menebar pesona raga dan ruh akidah yang mentauhidkan dirimu ya alloh.

    bangkitlah dari kebodohan jiwa, akal, dan akidah…
    segera bangun pasukan untuk melawan keperkasaan adidaya
    bangkitalah menjadi diri yang penuh semangat, perjuangan, jadikan ibu mu restu ilahi.
    tato hatimu dengan hanya nama alloh
    tato dengan ilmu, ilmu, ilmu dan ilmu.

    bila perlu `gebrakkan dunia ini dengan bangkitnya intifadah 3, merumuskan formula untuk menghancurkan bilangan atheis dunia, zionis masa, dan yahudisme.

  20. xnottrendyx said, on Februari 2, 2010 at 6:24 am

    10 jempol buat HOMICIDE

  21. ozza said, on Februari 5, 2010 at 4:05 am

    ghajol al-ghifari…
    cuma orang orang bodoh yang mengatakan bahwa homicide itu atheist…!!!!!dan sepertinya anda memang bodoh…dengarkan ceramti dan rasakan…jng cpt mengambil kesimpulan….
    atau mungkin daya fikir anda tidak bisa menangkap makana dari rhyma dan sajak metafora yang homicide buat…!!!!idealisme yang goblok yg mengatakan homicide atheist…!!!!!!

    gracias amigos

  22. Bima said, on Maret 2, 2010 at 1:53 pm

    Homicide, menurut gw ga pernah menghina suatu agama, tapi di lagu “puritan”, ucok lebih menjelaskan bagaimana sebuah fasisme bergerak melalui formalitas agama. Homicide membuat pandangan orang bisa berubah mengenai musik hip-hop yg selalu identik dengan bling2 dan kemewahan. Lirik yang cerdas dengan beat cepat.

    Homicide emg uda bubar, tp musiknya ga akan pernah bubar.

    -regards-

  23. tom said, on Maret 18, 2010 at 6:51 am

    d mn bs download lagu homicide yg lengkap, aq hny bisa dptin dr teman2 d jalanan,, lirik lagu homicide itu bersifat netral, dimana sebuah kalimat mengandung banyak arti, bisa menjadi arti yang negatif atau posotif, tergantung yang menilai

  24. boil said, on Mei 19, 2010 at 8:41 am

    ghajol al-ghifari…
    segelintir orang bodoh yang mengaku muslim yang hanya ktp doang.
    puritan dan nekrodamus adalah cerimanan bangsa kita.

  25. TanMalaka said, on Juni 16, 2010 at 9:49 am

    Memang butuh pemahaman yg tinggi dalam memahami lirik lagu Homicide.
    mantab! musik yg gahar, lirik yg pedas, tp knp bubar yax??😦

  26. bimo said, on Maret 8, 2011 at 4:51 pm

    i love u homicide, keren, keren, liriknya sangat bermakna😀

  27. sicsicsicboy said, on Agustus 25, 2011 at 2:28 pm

    Band ini terlalu cerdas untuk dimengerti oleh orang – orang bodoh yang berpikiran sempit.

  28. Anna said, on Desember 12, 2011 at 5:55 am

    Jalan jalan di kota Padang, Homicide memang tak ingin menjadi legenda.
    Terlepas dengan itu, mereka sudah melegenda dengan menghasilkan karya yang baik.

    Cintailah musik Indonesia *dengan logat Masp**n

  29. Junk said, on Januari 26, 2012 at 4:49 pm

    benar benar udah jadi separuh badut🙂

  30. Qori said, on September 18, 2014 at 12:23 pm

    Ada yang tau lagu Puritan itu sample lagu dari mana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: