Scrapman On The Blog

Senjata Pemusnah dari Angkasa

Posted in harmoni by scrapman on November 26, 2006

(revoltase) – Diantara ancaman pemusnahan yang dihadapi manusia, mana yang paling mematikan? apakah perang? atau tendensi pemanasan global? sebenarnya, senjata pemusnah massal yang terakhir, adalah batuan yang melaju pesat dari angkasa.

Ia tampak seakan-akan tidak berbahaya, mungkin anda beranggapan, bumi berada di sebuah sudut kecil yang tenang di tatasurya. Sesungguhnya kita tinggal di sebuah kawasan yang sangat bahaya. Bumi bukanlah mengambang dengan tenang di angkasa, melainkan sebuah sasaran tembak bagi jutaan benda langit dengan kecepatan hampir 70.000 km. Seringkali batuan-batuan ini memasuki orbit kita. Dan kita tidak bisa menghindari mereka (batuan).

Kalau begitu berapa sebenarnya rasio kehancuran bumi? hingga akhir abad ini, rasio jutaan orang yang tewas karena tabrakan asteroid adalah 1/10.000. Rasio tewasnya kita karena tabrakan asteroid adalah 4 kali lipat dibanding petir. Kubah-kubah cekung di permukaan bulan karena terus-menerus ditabrak, cukup menunjukkan energi pemusnahan dari batuan–batuan yang mematikan ini. Namun frekuensi bumi mengalami tabrakan tidak lebih fatal dari bulan.

Di utara Arizona, AS, tersimpan barang bukti awal batuan angkasa yang menabrak bumi. Ini adalah sebuah batuan besar. lebar batuan ini hampir 1 mil, dengan kedalaman sekitar 550 kaki. Semula ilmuwan mengira kalau cekungan itu terjadi karena aktivitas gunung berapi, namun belakangan ahli geologi menemukan bukti yang mengejutkan dan mengatakan bahwa kurang lebih pada 50.000 tahun silam, sebuah batuan dari angkasa menghantam dan membentuk lubang besar ini.

Mengapa sebuah batuan dapat membuat sebuah lubang yang demikian besar di permukaan bumi? ketika memasuki atmosfer dengan kecepatan lebih dari 50.000 mil, terjadi pergesekan antara asteroid dan atmosfer, sehingga suhunya dengan udara bagian bawah naik hingga 10.000 fahrenheit, lebih tinggi 10 kali lipat dibanding suhu permukaan matahari. Namun kekuatan yang paling mematikan berasal dari energi kenetik yakni energi gerak yang tersimpan dalam batuan. Saat menabrak bumi, energi kinetik ini akan menyebabkan suatu ledakan gabungan suhu tinggi, cahaya dan dentuman keras.
Diyakini, bahwa kekerapan bumi diterjang oleh asteroid, sama seringnya dengan bulan. Yang tidak sama adalah, bumi memiliki kemampuan memulihkan diri, karena merupakan planet yang aktif, selalu mengalami erosi oleh es, hujan dan angin. Sedangkan bulan hanya memiliki batu tandus di atmosfer.

Lantas dari mana sebenarnya bom-bom luar angkasa ini? antara Mars dan Jupiter, lebih dari 1 miliar planetoid berputar mengitari, dan diantaranya memiliki ukuran hanya sebesar batu kerikil sampai yang diameternya mencapai ratusan mil. Mereka meleset dengan cepat di angkasa, kecepatannya lebih cepat 30 kali lipat dibanding pesawat tempur jet. Mereka adalah sejumlah reruntuhan planet yang belum terbentuk, dan belum bisa menghasilkan awal pembentukan planet di tatasurya.
Gaya tarik bumi dari planet besar dan jupiter yang kuat, menyebabkan batuan-batuan ini saling berpisah. Namun terkadang batuan-batuan ini juga akan saling berbenturan. Mereka disebut planetoid perigeum, bagi kita, mereka barulah ancaman kita yang sesungguhnya. Mereka melintasi orbit bumi, berputar mengelilingi matahari, sehingga bumi menjadi sebuah planet yang agak bahaya di tatasurya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: