Scrapman On The Blog

Kemiskinan Hidup Mahasiswa

Posted in Black Road by scrapman on November 8, 2006

PENGANTAR

Di tahun 1957, beberapa kelompok avant-garde Eropa bergabung bersama untuk membentuk sebuah organisasi Situationist International (SI). Selama dekade berikutnya, SI mengembangkan sebuah kritik yang koheren dan tajam tentang masyarakat modern dan oposisi palsunya yang birokratis, dan metoda-metoda barunya dalam hal agitasi tersebut menjadi sangat influensial dalam turut memicu terjadinya revolusi Mei 1968 di Paris. Sejak saat itu–walaupun SI sendiri telah bubar pada tahun 1972–tesis-tesis dan taktik situasionis telah diambil oleh para radikal di berbagai negara di dunia.

Kami mengerti sekali bahwa di Indonesia telah terjadi separasi yang sangat parah tetapi sangat kuat melekat, yang kami pikir adalah salah satu kendala mengapa ideide situasionis sangat tidak populer disini (kecuali di beberapa pihak, itupun sudah dalam bentuk yang telah cukup banyak direvisi dalam bentuk buku-buku atau publikasi terbitan CrimethInc.). Separasi tersebut tampak jelas seperti misalnya, mengapa Guy Debord–yang merupakan salah satu motor utama SI–lebih dikenal dengan karyanya “The Society of The Spectacle” yang cenderung dekat dengan materi-materi filsafat postmodern, hanya populer (walau tidak begitu populer juga sih sebenarya) di kalangan “filsuf” atau setidaknya mereka yang menggeluti bidang filsafat; lalu bagaimana revolusi Paris 68 dianggap sebagai revolusi yang setengahsetengah bagi kalangan “revolusioner” lokal; dan bagaimana materi-materi gerakan yang notabene turut membidani SI, seperti gerakan Dada dan Sureallis hanya menjadi dominasi kelompok-kelompok “seniman”. Separasi di Indonesia adalah dimana ruang-ruang filsafat, gerakan revolusioner dan seni, tak pernah meleburkan batas-batas di antara mereka sendiri. Dan ini juga adalah salah satu hal yang membenarkan kritik terbesar dari SI, yaitu separasi, dimana hidup kita telah terpilahpilah sehingga tampak tak saling berkaitan.

Berdasarkan pengalaman kami saat membicarakan mengenai SI dengan para “filsuf”, komentar mereka adalah bahwa SI terlalu condong ke arah sebuah gerakan politik praksis yang bagi mereka merupakan bukan bidang mereka; saat kami berbicara dengan para “revolusioner”, mereka menyatakan bahwa SI tidak menarik karena terlalu berbelit-belit dan filsafat demikian hanya cocok bagi para intelektual (para “filsuf”), bukan mereka yang bergerak secara praksis; dan saat kami berbicara dengan para “seniman” mengenai hal ini adalah bahwa bagi mereka SI terlalu politis dan (lagi-lagi) berbau politik praksis bagi dunia mereka. Jadi kesimpulannya, disini para “filsuf” tugasnya bagian intelektual, para “revolusioner” bergerak di jalanan, dan para “seniman” hanya memproduksi karya seni. Selesai. Tak pernah ada suatu kesinambungan, dimana sebenarnya mereka semua hidup dalam dunia yang sama, yang jelas membutuhkan sebuah kesatuan hidup–bukan hidup bersama maksud kami–dimana teori filsafat, politik dan seni adalah satu kesatuan kehidupan. Dan tanpanya hidup adalah sebuah gurun pasir yang datar dan tak bertepi.

Entahlah, kapan di Indonesia ini segalanya akan melebur untuk mencari pemahaman makna hidup dan penyikapannya dengan lebih serius, karena separasi di atas tadi apabila dipertahankan hanya akan berujung pada ikonisasi uang–atau tidak sama sekali. Tapi setidaknya, disini kami mulai dengan beberapa materi yang kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tidak dengan ditambah ataupun dikurangi, tetapi kami berusaha membiarkan SI berbicara melalui dirinya sendiri. Mungkin bagi orang lain, ini adalah sesuatu yang tak perlu dan membuang-buang waktu, tapi percayalah, SI adalah salah satu pihak yang membuat hidup kami berada disini, berpikir dan beraktifitas, serta memaknai hidup seperti ini di hari ini, walaupun kami juga mengaku bukan sebagai kelompok situasionis baru. SI penting bagi kami, dan kami pikir penting juga untuk kalian semua, yang selama ini selalu terpecah dan terpilah-pilah tak saling berkaitan, sebagaimana yang diinginkan oleh sistem saat ini: separasi.

Dan pamflet ini adalah satu cara kami untuk mengkomunikasikan apa yang telah menginspirasikan kami hingga ada di jalan seperti yang kami pilih saat ini, dengan mempublikasikan berbagai material mengenai SI dan teori-teori yang berkembang di sekelilingnya baik pada saat yang sama ataupun setelahnya. Kami mengakui bahwa pamflet ini bersifat teoritis. Kalian dapat mengirimkan e-mail kepada kami untuk berdiskusi mengenai SI dan ide-ide yang diinspirasikan oleh situationist ataupun mengenai publikasi ini sendiri. Beberapa akan kami tampilkan pula dalam setiap publikasi selanjutnya.

Kami rasa cukup sudah pengenalan singkat kami. Selamat membaca edisi perdana kami ini. Pada materi-materi publikasi selanjutnya kami akan membahas sepintas mengenai apa situation(ism) itu sendiri secara singkat. Bagi yang ingin mendapatkan kamus singkat mengenai kata-kata kunci yang populer digunakan dalam konteks situation(ism) dapat menghubungi kami untuk mendapatkan suplemen khusus yang juga sebenarnya kami publikasikan sebagai edisi nomor 0. Terima kasih.
Bandung, 01 Juni 2004

Korintian
Konspirasi KONTRA-KULTURA
Biro Anti-Public Relation Service

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: