Scrapman On The Blog

Melawan Negara!

Posted in Fresh by scrapman on Mei 3, 2006

Sebuah Aksioma dalam hidup ku, mungkin juga kita, tapi aku ga suka kata “kita”, kedengarannya ada penyatuan yang semena-mena, generalisasi, pereduksian. sorry kalau aku masih menggunakan kata “aku” walau kalau terpaksa juga “kita”untuk mewakili aku sendiri. kembali ke Aksimoma atu postulat, inyinya adalah melawan negara! Dengan cara apa melawan negara? saat dimana seleruh detik dan tanah bahkan air dan udara sudah di Klaim milik state? disaat senjata dan Boom yang paling mematikan secara massal bisa menjadi hak negara? bisakah melawan negara?

Pernah mendengar Istilah keren “revolusi” yang sekarang berevolusi berganti arti menjadi merk mobil, apa yang terbayang dalam benak kamu? gelora massa, warna merah, jalannan macet, darah atau dentuman boom dan renteetan senjata yang diselingi tangis dan jerit? atau kamu yang pernah makan sekolah teringat perputaran bumi, ingat sukarno, che guevara, PKI atau karl marx? bukan itu maksudku. revolusi bagiku enerji yang dialirkan dengan alami, tak ada kekangan dan penjara. semua mengalir sesuai alur naturalnya. revolusi yang sejati ada pada setiap hal yang terkecil. dalam komunitas masyarakat, revolusi 9tu bernama revolusi sosial, tapi itu tak akan ada kalau tak ada revolusi dari unit yang terkecil darinya siapa itu, ya Aku, kamu!

ketika baca tulisan revolusi, lupakan pidoto demagog idola kamu, buku sejarah kamu, aku ingin bicra revolusi personal, individu dalam melawan negara! ingat “melawan negara” terdengar subversif dan ga masuk akal. tapi percayalah, kamu akan menang jika kamu mulai melakukannya, sekarang juga. bukankah Para nabi bersabda “kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri” terus kata Sopir BUS ” sesama pemimpin dilarang memimpin satu sama lain”. kalau ada yang punya hasrat untuk memimpin hidup orang lain, itu namanya penjajahan dan dari sinilah seluruh keburukan didunia dimulai! itulah yang diakukan negara, agama, mbah-mbah kamu yang feodal itu.

tapi setelah aku pikir benar kata Bob marley “emancipate yourselves from mental slavery; none but ourselves can free our minds” perbudakan mental, itu yang pertama harus diperangi. apasih perbudakan mental itu ” mbah Bakunin membantu kita menjawab ” “The abolition of the Church and the State must be the first and indispensable condition of the true liberation of society; only after this can society be organised in another manner, but not from the top downwards and according to some ideal plan, dreamed up by a few sages and scholars, and certainly not by decrees issued by some dictatorial power or even by
a national assembly elected by universal suffrage. As I have already shown, such a system would lead inevitably to the creation of a new state, and consequently to the formation of a governemental aristocracy, that is to say a whole class of individuals having nothing in common with the mass of the people, which would immediately begin to exploit and subdue thatpeople in the name of the commonwealth or in order to save the State.”

pertama yang harus dihancurkan adalah agama dan antek anteknya, jarena dari sini seluruh norma-dan kemuliaan diinject dalam kesadaran kamu sejak kecil bahkan belum lahir. dengan norma itu ada dikepala kita seperti robot yang didalam otak dan mata ditanam sebuah sofware yang berbunyi “tittt tittt tiit” kalau sensor ota kita menyentuh apa yang mereka sebut dosa. program itu terus kita bawa dan karena ini terjadi secara massif mereka namakan takdir (sesuatu yang tak mungkin dirubah). siapa lawan dan kawan, man buku yang harus dibaca atau dibakar semua dalam program itu. kemanusiaan kita lumpuh seketika sejak kita lahir. atas nama akulturasi, dogma, dakwah, agamiasasi, kita dengan semena -mena disebut domba tersesat, kafir, halal darahnya, pagan, primitif, tak beradap, najis waduhhh… muak aku!

bagi kamu yang suka baca http://www.spunk.org pasti pernah membaca M. Bakunin :God and the State yang berbunyi “God being master, man is the slave.” aku sendiri lebih suka dengan sebuah slogan dari salah satu kolektif cuma lupa namanya” No master No Slave”. rasanya lebih gagah dan ehh.. langsung kena.

sejarah sudah mengajari kita mengenal Tuhan dan Negara. mereka satu mata uang yang kadang bertentangan tapi juga sering bergandengan, untuk apa lagi selain menipu kita, membuat kita menjadi budak. Religion Provide God, State Provide Army. ingat galileo, ingat teori pedang kembar, ingat perang salib, ingat perkataan Bus sepuluh hari setelah film hollywar ehh hollywood “black september” yang terkenal itu, dia mengatakan “This is Crusade” semua tahu ini akal-akal American State yang mengandeng Religion untuk memerangi “terroris”. “ikut kita atau ikut terroris” katanya lagi! dan negara-negara memilih ikut amerika, ikut tuhan dan benci dengan evil, devil terrorist. dalam sejarah itu terus berlanjut dan kita tahu kemudian apa itu negara dan agama.

kembali ke penghancuran negara, ini hanya dapat dilakukan kalau mentalku dan mental kamu sudah bebas dari segala macam doktrin dan dogma entah itu keluar dari undang-undang yang k0non paling demokratis atau kemuliaan dan kesucian lainnya. “jangan lupakan sejarah, kalau kita lupakan kita akan berdiri dalam posisi vacuum” kata sukarno. posisi vacuum? mengapa tidak. lagian kenapa sih sejarah harus dingat? akulturasi, act of revenge, mewarisi kebencian mereka, ketololan mereka, ah hidup kok susah benar sih! bagiku sendiri sejarah gak memberi jawaban dan pelajaran apapun selain pertanyaan-pertanyaan yang ga perlu dijawab. tapi aku memang sepakat, dengan melupakan sejarah kita memilih vacumm, tapi dengan mengingat sejarah kita masuk kedunia Simulacrum. pilih mana vacuum atau simulacrum.?

vacuum adalah kondisi dimana kita lepas dari nilai apapun, netral dan kosong. kita tak punya beban untuk memilih neraka dan melawan nenek moyang, karena kita seperti baru lahir. simulacrum adalah kondisi dimana kita sulit menentukan kemana harus melangkah, semua serba kacau dan tak terindentifikasi bahkan diri kita sendiri. sebuah benturan nilai dan norma yang paling puncak dalam medan perebutan siapa yang benar dan salah.

kalau kita sudah terbebas, sudah vacuum, langkah selanjutnya lawan setiap ideologi, teori atau apapun yang hendak merduksi pengalamn dan detil hidup kamu menjadi angka statistik yang bernilai secara politik itu. kamu dilahirkan bukan untuk menjadi budak dan pelayan ide mereka, tidak juga agama dan Tuhan. kamu merdeka dan bebas.

tapi, apasih negara? bukankah kata Sunzuu kita harus tahu kelemahan dan kelebihan musuh kita? tepat sekali pertanyaan ini. negara bukanlah ide Hegel dan Plato, bukan juga kata UUD dan Lagu wajib itu. tapi sebuah energi atau hasrat yang akan merongrong kebebasan kamu atas nama appun. karenanya negara dapat secara langsung kita rasakan lewat instrumen tubuh, kebertubuhan kita. Contoh ” Tilang, Pajak, Borokrasi, Penggusuran, regulasi, jam malam, upacara, pemerkosaan oleh militer, pembunuhan para pemberontak, PMP, penculikan, pemiskinan, pemilu, korupsi, ketimpangan, hukum atau apapun aturan-aturan yang mereka buat. itulah negara. itulah lawan kita. intinya seperti itu. relasi individu dan negara adalah sebuah relasi intim dan sublim, setiap individu merasakan sesuai kadar pengalaman dan sekala penderitaannya. terserah kamulah menginditikasi sendiri. buaknkah manusia dilahirkan dalam keadaan yang bebas, tanya pak ustadz kalu ga percaya, dan merekalah yang merubah kemurnian tangisan dan tertawa kecil kita menjadi dengus kebencian dan tatapan curiga(revoltase@gmail.com)

bersambung kapan-kapan…………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: