Scrapman On The Blog

BERHENTI MENGUTUK DIRIMU SENDIRI!

Posted in Fresh by scrapman on Mei 3, 2006

Aku ingat kata-kata motivasi itu, dan aku setuju. Beberapa bulan ini aku tak henti-hentinya mengutuk diri sendiri, menyalahkan diri, perenung dan muram. Tak ada yang bisa kulakukan jika aku berada pada posisi itu. Aku menjadi sensitif, peka, mudah tersinggung dan menjadi seorang penghayat diri sendiri. Filsafat yang sering kubaca jika dalam kondisi seperi ini Eksistensialisme!

Mungkin pelarian, sekedar penghibur atau memang aku punya masalah dengan itu, tapi yang pasti batasan-batasan itu sudah menjadi kabur, aku tak lahu lagi mengapa aku menjadi begini dan kemudian begitu.

Hidupku menjadi terampas dan tak berarti. Setiap saat merenungi diri, padahal kalau dipikir-pikir, banyak sekali keindahan yang bisa kunikmati didunia ini. Ah, aku tak peduli kata orang, brengsek semua. Aku ingin menjadi diriku sendiri dan hidup damai dengan apapun, mempertanyakan yang kusuka, bermain sesuka hati dan inlah yang sedang aku coba.

Hampir sepuluh tahun lebih aku tenggelam dalam aneka ragam buku, mulai dari filsafat hingga buku komputer. Banyak pelajaran yang bisa kupetik dari sana. Tapi lebih banyak bukan isi buku itu sendiri melainkan betapa sulitnya menentukan sikap jika kita sudah mempunyai banyak pilihan. Aku punya banyak pilihan dalam hal apapun karena baca buku. Dan ini bukannya mempermudah, justru mempersulit. Aku tak akan menyalahkan buku, biarkan ia sebagai buku, toh juka tak kubaca aku tak berdosa kepadanaya, kalaupun kubaca jika tak menjamin itu berguna.

Buku adalah benda mati, sebermakna apaun dia, kitalah yang memaknai. Dan kalu bicara makna, banyak disekitar kita yang bermakna dan siap untuk dimaknai. Buku bagiku sudah mengalami definisi yang paling luas yaitu alam dan seluruh yang bisa kulihat, kurasa.. semuanya.

Yang perlu bagaiman kita menjadikan apapun menjadi makna, kemudian kita gunakan makna itu untuk hidup kita kita semua. Lagu, film, buku, pagi, sore, pasar, gunung, laut, teman , lawan, orang tua…. semua adalah bahan-bahan yang siap dibaca, dimaknai dan untuk itu ia adalah guru kita.

Kita berada dalam sebuah universitas terbuka, bahkan sangat terbuka. Inilah universitas semesta.

Ingat semua tempat adalah sekolah
Semua orang adalah guru
Seluruh alam adalah taman bermain dan belajar sekaligus…………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: