Scrapman On The Blog

Agama Dan Filsafat disatukan?

Posted in Fresh by scrapman on Mei 3, 2006

Agama Dan Filsafat disatukan?

Pertanyaan ini sama nilainya dengan Bisakah yakin dengan ragu disatukan? Saya cenderung mengartikan filsafat sebagai proses berpikir untuk menemukan dan mencari kebenaran bahkan Tuhan. Disini tak ada kepastian kecuali sesuatu yang telah dipostulatkan dan menjadi aksioma. Berfilsafat berarti membangun rumah dengan modal pas-pasan, learning by doing. Filsafat tak pernah mengenal kata selesai apalagi siap pakai.

Agama walapaun berbicara tentang tema-tema yang sama, tapi mempunyai setumpuk keyakinan yang sudah lengkap. Bahkan keyakinan ini dalam agama dianggap pemberian tuhan yang sudah tentu benar dan tak bisa diganggu gugat. Umat agama tinggal menjalankannya. Bagi yang terbiasa berpikir lebih memilih mencari justifikasi atas keyakinan-keyakinannya. Atau paling tidak, umat agama akan menggunakan penalarannya untuk merangkai pengalaman religiusnya. Disinilah peran rasio didalam tubuh orang agama. Ta ada proses pencarian, apalagi kegelisahan dalam bertuhan.

Menurut saya inilah perbedaan paling mencolok antar keduanya; filsafat bergerak maju satu langkah demi satu langkah untuk mendapatkan kepastian (induktif), sedang agama mundur selangkah demi selangkah untuk mencari pembenar akan keyakinanya (deduktif). Sampai sekarang nampaknya masalah filsafat tidak jauh-jauh dari prinsip itu.

Sebagai instrument manusia untuk lebih menyempurkan eksistensinya, bisa dikatakan keduanya identik. Filsafat yang memang dari sononya mencintai kebijaksanaan dan terus mencari akan berjalan seiring dengan agama yang diciptakan untuk rahmat dan kebaikan seluruh alam. Keduanya mengeksplorasi apa yang mungkin dengan keras.

Benturan terjadi manakala perjalanan filsafat sampai pada memperlakukan agama sebagai obyek kajiannya. Dari mata “kebijaksanaan” filsafat agama harus dipertanyakan lagi, dikaji sesuai dengan hukum-hukum logika yang sudah ditemukan sebelumnya., sesuatu yang dilarang keras oleh agama. Agama tak terima dengan perlakuan ini, ada dari beberapa pengikutnya mensetankan para filosof itu. Mempertanyakan agama termasuk didalamnya Tuhan dan wahyu adalah bentuk penghinaan Tuhan. Tapi yang lain lebih memilih dialog sambil memberikan bukti sekaligus jawaban atas pertanyaan para filosof.

Dilihat dari nafas dan spirit yang mendasariinya, agama dan filsafat mustahil disatukan. Ukuran seseorang dianggap filosof adalah ketika dia tak pernah merasa nyaman dengan tanda tanya yang mengahadangnya dan dunia tak pernah berhenti memberikan itu. Ukuran keagamaan juga kurang lebih sama, berusaha mempraktekan dan mengaplikasikan dogma-dogma yang sudah diyakininya. Dengan kata lain ketika seorang filosof mampir dan berteduh dalam rumah agama, maka dia pada saat yang bersamaan bukanlah filosof. Demikian juga, seorang penganut agama yang mulai ragu terhadap keyakinannya, secara otomatis dia sudah terpisah dari rombongan perjalanannya.

Dengan kata lain saya berpandangan filsafat adalah sebuah tanda tanya(?), dan agama adalah tanda seru(!)

Memang belakangan ini saya melihat ada yang mencoba menggabungkan kedua spirit yang “bertentangan” itu tadi. Filsafat agama (kata agama bisa diganti apapun yang termasuk dalam kategori agama) menjadi fenomena menarik. Didalamnya, ada sekian banyak pemikiran-pemikiran filosof yang sesuai dengan agama. Ada semacam tanya jawab, yang intinya dalam bingkai agama; apa Tuhan, wahyu, bagaimana alam tercipa, semua bisa terjawab dengan teori-teori filsafat yang telah ditemukan para filosof. Agama menemukan bukti keyakinannya dari rasionalisasi dan metode-metode filsafat. Inilah titik dimana filsafat dan agama bisa bersatu. Sebuah titik yang sangat niscaya.

Tapi ini bukanlah penyatuan yang sesungguhnya. Filsafat agama tak lebih hanya pengadopsian metode filsafat untuk mencari pembenaran keyakinan agama. Atau hanya aliran filsafat yang mengkususkan diri membahas agama. Filsafat jenis ini disebut teologi. Teologi adalah anak durhaka dari perselingkihan Agama dan filsafat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: